KONSERVASI HUTAN MANGROVE SEBAGAI EKOWISATA DI DAERAH PESISIR PANTAI DESA NE’OTONDA KECAMATAN KOTA BARU KABUPATEN ENDE

Authors

  • Anggelus Quarta Lado
  • Devi
  • Teresia Nona Megi
  • Rio Apelabi

Keywords:

Mangrove, Konservasi, Ekowisata

Abstract

Wilayah pesisir Pantai Desa Ne’otonda mempunyai peranan penting bagi pembangunan sebab menyediakan sumber daya alam dan jasa lingkungan yang potensial ditinjau dari aspek ekologi, ekonomi, dan pariwisata. Luas hutan Mangrove di Kabupaten Ende Kecamatan Kota Baru Desa Neotonda hampir mencapai 45 hektare. Jumlah tersebut mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Banyaknya pemanfaatan hutan Mangrove untuk berbagai keperluan diantaranya keperluan pemenuhan kayu bakar dan bahan bangunan untuk kepentingan sendiri dan komersial, infrastruktur pantai termasuk pelabuhan, pembangunan tempat perdagangan dan perumahan, pengembangan pariwisata yaitu wisata alam serta pertanian, berdampak pada berkurangnya hutan Mangrove akibat aktivitas manusia (faktor antropogenik) yaitu berupa tebang habis pada ekosistem hutan Mangrove mengakibatkan berubahnya komposisi tumbuhan Mangrove. Dampak dari peningkatan penanaman anakkan Mangrove di daerah pesisir pantai desa Ne`otonda, kecamatan Kota Baru secara tidak langsung berdampak pada peningkatan kebutuhan masyarakat pesisir pantai. Salah satu yang mendapat perhatian sehingga dilakukan penanaman anakkan Mangrove dikarenakan berkurangnya pohon Mangrove di sekitar pinggiran pantai. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menyusun strategi pembangunan hutan Mangrove sebagai ekowisata melalui dua aspek yaitu aspek teknis (jenis Mangrove dan teknik penanaman Mangrove) dan aspek social (jumlah dan peran serta kesadaran masyarakat dalam pengelolaan Mangrove ). Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini melalui penyuluhan dan penanaman anakan Mangrove secara langsung. Hasil kegiatan yang didapat bahwa setelah dilakukan penyuluhan tentang potensi dan bahaya kerusakan ekosistim Mangrove, masyarakat merasa sangat antusias melakukan penanaman anakan Mangrove bersama. Penanaman tersebut dilakukan sebagai upaya pengembangan ekowisata dan konservasi hutan Mangrove di wilayah pesisir Desa Neotonda, Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende.

Downloads

Published

2021-09-16